Tampilkan postingan dengan label Pollarstar Books-Manga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pollarstar Books-Manga. Tampilkan semua postingan

Lady Mitsuko Aoyama (Biography)

>> April 13, 2011

Lady Mitsuko is a popular figure in Japanese film and a musical was devoted to her life. She is also the main character of the manga, Lady Mitsuko by Waki Yamato
http://www.otakuworks.com/defaultimgs/3316.jpg

Mitsuko, Countess of Coudenhove-Kalergi (German: Mitsuko, Gräfin von Coudenhove-Kalergi; 7 July 1874 - 27 August 1941), formerly known as Mitsu Aoyama (青山みつ?), was one of the first Japanese people to emigrate to Europe, after becoming the wife of an Austrian diplomat, Heinrich von Coudenhove-Kalergi, in Tokyo. She was the mother of Richard Nikolaus Graf von Coudenhove-Kalergi.
Mitsuko Aoyama
Countess of Coudenhove-Kalergi
Mitsuko Coudenhove-Kalergi

Heinrich Coudenhove-Kalergi
House Coudenhove-Kalergi
Born July 7, 1874
Tokyo, Japan
Died August 27, 1941 (aged 67)
Mödling, Austria

The daughter of an antiques-dealer and oil tycoon in Tokyo, aged 17 she met the Austro-Hungarian diplomat Dr. Count Heinrich von Coudenhove-Kalergi when she came to help him when his horse slipped on ice (Heinrich often visited her father's shop, not far from the Austrian legation). Heinrich gained her father's permission for her to be employed as a parlour maid in the legation and then (after they fell in love) for them to marry. The latter request was refused, but the couple defied him, marrying on 16 March 1892 in Tokyo with the consent of the Austrian and Japanese foreign ministries. This left her disinherited and banned from her father's house. In 1896 she was received at an imperial reception for foreign diplomats' wives by Empress Eishō (as a commoner Mitsuko would never have been granted such an audience, but as a countess and ambassador's wife she was) and again on the end of Heinrich's diplomatic work shortly afterwards.

The couple then returned to Europe with his wife and their two sons (Johannes and Richard), taking over his family estates in Bohemian Ronsperg, where five more children were born to them. Mitsuko never again returned to Japan, but learned French, German, maths, geography and history in an attempt to counter hostility to Heinrich coming home with a foreign wife. Heinrich died in 1906 and Mitsuko took over the estates and the children's upbringing and education, also studying law and economics herself. She died in 1941 and was buried in the Hietzinger Cemetery.

Children and descendents

  1. Johann Graf Coudenhove-Kalergi, born in Tokyo
  2. Richard Nikolaus Graf von Coudenhove-Kalergi, born in Tokyo
  3. Count Gerolf von Coudenhove-Kalergi, born in Austria, father of the journalist Barbara Coudenhove-Kalergi and the artist Michael Coudenhove-Kalergi[1]
  4. Ida Friederike Görres, born in Austria
  5. Elisabeth, born in Austria
  6. Henry, born in Austria
  7. Olga, born in Austria
source:wikipedia

Read more...

Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Lady Mitsuko (レディーミツコ)-Waki Yamato

http://www.otakuworks.com/defaultimgs/3316.jpghttp://cantabile2.files.wordpress.com/2008/10/lady-mitsuko.jpg

Mangaka : Yamato Waki (大和和紀).

Genre: Historical, Romance, Shoujo

Reidii Mitsuko atau yang lebih dikenal dengan Lady Mitsuko, 1976, adalah sebuah cerita yang dibuat berdasarkan kisah nyata dari Mitsuko Aoyama, yang merupakan ibu dari Richard Nikolaus Graf Coudenhove-Kalergi.

Ceritanya mengenai sejarah seorang wanita jepang yang lahir dengan tanda bintang di tangannya (seperti menggenggam bintang) yang bertemu dan jatuh cinta denganHeinrich Coudenhove Kalergi yang saat itu berada di Jepang, pernikahan mereka ditentang oleh kedua keluarga, keluarga Heinrich yang merupakan bangsawan terhormat sedangkan keluarga mitsuko yang tidak menyukai menantunya orang asing, sampai kemudian mitsuko yang memutuskan untuk mengikuti suaminya kembali ke Austria.

Bagaimana perjuangan Mitsuko di negeri orang agar statusnya diakui sebagai istri seorang pangeran. Tentu saja tidaklah mudah, perjuangan yang sangat keras diperlukan untuk menyejajarkan diri dengan lady-lady di eropa terlebih karena adanya ketidaksukaan yang ditunjukkan secara jelas oleh keluarga Heinrich. Pada awal perjuangannya sempat adanya konflik dengan suaminya karena dia sering menangis dan mengeluh. Namun akhirnya Mitsuko pun berusaha tanpa mengenal lelah untuk menjadi seorang lady yang diakui bangsawan di sekitarnya. Saat ia berhasil menjadi lady dan kehidupan mulai membaik, kabar buruk datang, suaminya meninggal di usia yang masih muda.


Bagaimana nasibnya saat suaminya meninggal? Apa yang harus dilakukannya tanpa adanya suaminya? Sendirian berada di negeri orang ditambah rumitnya lagi suaminya meninggalkan sejumlah warisan. Apabila dia pulang ke Jepang maka warisan tersebut akan jatuh ke saudara-saudara suaminya dan bagaimana dengan kehidupan anak-anaknya?! Sanggupkah Misuko menggantikan suaminya menjadi Tuan Tanah atas warisan-warisan yang ditinggalkan suaminya sekaligus menjadi Ibu bagi anak-anaknya?!

>>Sekali lagi cerita tentang perjuangan seorang wanita yang sangat bagus dari Waki Yamato

Anak-Anak Lady Mitsuko Aoyama & Heinrich Richard Kalergi
  1. Richard Nikolaus Graf von Coudenhove-Kalergi, born in Tokyo
  2. Ida Friederike Görres, born in Austria
  3. Elisabeth, born in Austria
  4. Henry, born in Austria
  5. Olga, born in Austria





Read more...

Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Little New York-Waki Yamato

>> April 12, 2011



Penulis : Waki Yamato
Tahun Terbit :1986
Seri : 1-8

Ceritanya tentang seorang perempuan Jepang bernama Shino Konohaya yang lahir sebagai perempuan tapi dibesarkan sebagai laki-laki oleh ayahnya yang sangat mengharapkan adanya anak laki-laki, sampai suatu hari tiba-tiba ayahnya memutuskan agar shino menjalani kehidupan sebagai permpuan dan menjodohkannya dengan sahabat sekaligus teman main shino sejak kecil " Saburo" shino yang shock mengetahui kalau sebenarnya dia perempuan terlebih dijodohkan dengan teman masa kecilnya merasa tidak terima dan akhirnya minggat. Singkat cerita selama kepergiannya dari rumah, Shino bertemu dengan seorang laki-laki berkebangsaan asing yang merupakan seorang dokter asing yang ditugaskan di jepang bernama Daniel Artwing , sejak pertama bertemu Shino sudah jatuh cinta dengan danny dan terus mengikutinya ke pulau hokaido, saporo yang semuanya diwarnai dengan banyak perjuangan, juga sikap Shino yang dirasa aneh oleh Artwing yang dikarenakan walaupun berpakaian kimono sikap atau perangai Shino maupun kekuatan shino menunjukkn seperti laki-laki (sebelumnya karena dilahirkan sebagai laki-laki shino ahli dalam berbagai kegiatan fisik bahkan banyak perempuan yang saat itu menyukainya, sehingga tenaganya sangat kuat bahkan Saburo tunangannya sering dikalahkan olehnya.) melalui banyak perjuangan akhirnya shino bisa mendapatkan hati Danny, sampai suatu hari Danny harus kembali kenegaranya di Amerika karena ayahnya sakit. Dan di Amerika pun mereka bertemu dan akhirnya mereka menikah di Amerika dan di sana pun tak kalah berat perjuangannya menyesuaikan diri dengan kehidupan di Amerika ( shino tidak bisa bahasa inggris). Apalagi teman masa kecil Danny yang masih mencintai Danny pun muncul dan ikut mencoba ‘merusak’ kebahagiaan Shino dan Danny. Tapi cinta mereka tetap kuat menghadapi segala rintangan tersebut.. Shino yang tertarik dengan kamera juga akhirnya menjadi seorang fotografer. dan kemudian kembali ke Jepang dan menjadi Fotografer wanita pertama di jepang (saat itu sangat tabu apabila seorang wanita melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh pria). Pada akhir cerita Shino memilih untuk mengikuti suaminya hidup di Amerika menjadi tuan tanah dengan Danny yang merupakan satu-satunya pewaris harta keluarganya yang sangat kaya raya bersama tiga orang anak mereka memutuskan untuk memulai kehidupan di Greenland-Kentucky.

Settingnya awal era Meiji, ceritanya sangat bagus karena (lagi) Waki Yamato menulis cerita tentang emansipasi wanita yang membuat siapapun membacanya akan ikut terinspirasi . Bayangin aja, Jepang waktu itu baru saja memulai membuka hubungan ke dunia luar dan banyak penduduknya yang membentuk gerakan anti orang asing. Jadi bayangkan betapa beratnya perjuangan Shino saat itu.

One of my very...very..fave komik. Komik ini penuh dengan kenangan,komik yang make me so deep in love with Japan :) , penuh dengan kenangan saat di grade 9th yang walaupun udah beberapa tahun tapi sampai sekarangpun tiap liat komik ini, kenangan masa-masa sekolah itu selalu muncul^^.Sayangnya pas pindah rumah dulu aku kehilangan semua koleksi komik-komik ku termasuk Little New York. Udan coba cari komiknya di temapt jual buku2 bekas tapi gak ketemu2 juga, Hhhh....love Shino Konohaya dan Daniel Artwing. semoga komik ini diproduksi lagi yaa.

Read more...

Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Miss Modern (Haikarasan Ga Tooru) versi FILM

Anda penggemar manga-manga shojo klasik? Bagi yang menjalani masa remaja di tahun 90 an tentu tidak asing dengan manga Candy-Candy, Swans, Pansy, atau manga-manga karangan Waki Yamato seperti Yokohama, Little New York, Linden dan Miss Modern. Nah, film yang satu ini merupakan adaptasi langsung dari manga yang terakhir saya sebutkan, Miss Modern.

Mengambil setting era Taisho (tahun 1920an), film ini bercerita tentang seorang cewek tomboi bernama Benio Hanamura yang dijodohkan dengan seorang letnan dua Shinobu Ijuin atas perjanjian kedua kakek nenek mereka. Benio yang keras kepala, ceria, ceroboh, namun berhati tulus sengaja dibawa ke keluarga besar Ijuin untuk dididik menjadi calon menantu yang mengerti adat istiadat serta kebiasaan hidup kelas atas. Meski awalnya Benio menolak dan mencoba kabur dari rumah besar tersebut, kepatuhannya sebagai seorang anak yang menurut pada orang tua serta hatinya yang diam-diam mulai tertambat pada sang letnan dua menjadikan Benio mencoba berusaha beradaptasi dengan keluarga tersebut. Di sisi lain, sang letnan dua Ijuin sudah kadung jatuh hati pada pandangan pertama ketika melihat Benio.

Kisah cinta yang klasik ini mendapatkan tantangan ketika sang letnan dua harus dikirim ke Siberia. Benio yang telah menyerahkan hatinya kepada sang letnan dihadapkan pada penantian yang panjang dan melelahkan. Kabar yang mengatakan kalau sang kekasih telah gugur di Manchuria pun tak bisa merobohkan benteng cintanya terhadap sang letnan. Sampai ketika seorang pimpinan redaktur sebuah serikat surat kabar tempatnya bekerja melamar dan menyatakan cinta padanya, Benio kembali dihadapkan pada pilihan yang sulit. Perjalanan panjang pun ditempuhnya ke Manchuria untuk mencari tahu kebenaran tentang sang letnan dua. Apakah memang benar sang letnan dua Ijuin kekasihnya masih hidup seperti kabar burung yang didengarnya dari seberang? Bagaimanakah akhirnya nasib cinta Benio dan kemana pelabuhan hatinya itu ditambatkan? Ending yang manis dan mengesankan. Sama persis seperti yang ada di manganya.


Haikarasan ga tooru manga

Secara film ini produksi tahun 1987, meskipun film ini debut awal Yoko Minamino dalam adu actingnya dengan Abe Hiroshi, film ini ternyata tak kalah menarik apabila saya bandingkan dengan generasi-generasi sesudahnya. Meski pada beberapa adegan Yoko kelihatan kaku namun toh actingnya di sini tetap nyaman dilihat apalagi kemampuan Abe Hiroshi yang mulai berkembang dan beberapa pemain senior lain berhasil menutupi kekurangannya. Lagi-lagi, secara film ini produksi tahun 1987 meski akan kalah jauh dibanding produksi tahun sekarang, film ini memang layak mendapatkan penghargaan pada masanya. Tiga bintang dari saya.

Pemain: Yoko Minamino, Abe Hiroshi, Ken Watanabe
Release: 1987



cre:sinemakorea

Read more...

Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Christmas Countdown Calender...

Pollarstar DreamLand

Pollarstar DreamLand

My Blog List

  © Sicily Pollarstar Dream by PollarstarDream.com 2010

Back to TOP